Potret Hasil TKA SMA/SMK/MA 2025: Antropologi dan Geografi Merajai, Kompetensi Dasar Matematika & Bahasa Inggris Masih “Merah”

Potret Hasil TKA SMA/SMK/MA 2025: Antropologi dan Geografi Merajai, Kompetensi Dasar Matematika & Bahasa Inggris Masih “Merah”

Kemendikdasmen menyelenggarakan Taklimat Media: Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Jakarta pada Senin (22/12) sebagai ajang penyampaian capaian pelaksanaan TKA jenjang SMA/SMK/MA sederajat serta kesiapan TKA jenjang SD dan SMP. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem evaluasi pendidikan yang lebih terbuka, akuntabel, dan berbasis data.

Melalui TKA, Kemendikdasmen mendorong pemetaan capaian akademik murid secara lebih menyeluruh serta penguatan penilaian kebijakan pendidikan secara komprehensif.

Taklimat ini juga membuka ruang dialog bersama media terkait arah dan pengembangan TKA ke depan.

Berikut adalah draf artikel analisis mendalam berdasarkan data TKA SMA 2025 yang Anda berikan. Artikel ini disusun untuk menyoroti tren penting, tantangan, dan pencapaian dalam lanskap pendidikan menengah terkini.


Jakarta, 2025 — Data terbaru hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) SMA 2025 telah dirilis, memberikan gambaran komprehensif mengenai peta kemampuan siswa di seluruh Indonesia.

Dengan partisipasi lebih dari 3,4 juta siswa pada mata pelajaran wajib, data ini menyingkap paradoks yang menarik: prestasi gemilang di bidang sosial-humaniora tertentu, namun “lampu kuning” yang menyala terang pada kompetensi dasar numerasi dan literasi bahasa asing.

Berikut adalah analisis mendalam mengenai data tersebut.


1. Alarm Bahaya pada Mata Pelajaran Wajib

Fakta paling mencolok dari data TKA 2025 adalah rendahnya rerata nilai pada mata pelajaran yang memiliki jumlah peserta terbanyak (Mata Pelajaran Wajib). Tiga pilar utama pendidikan dasar menengah menunjukkan tren yang mengkhawatirkan:

  • Bahasa Inggris Wajib: Mencatat rerata terendah dari seluruh 22 mata pelajaran yang diujikan, yaitu 24,93. Dengan 3,5 juta peserta, ini mengindikasikan bahwa kemampuan bahasa Inggris mayoritas siswa Indonesia masih sangat minim.
  • Matematika Wajib: Masih menjadi momok bagi siswa dengan rerata 36,10.
  • Bahasa Indonesia Wajib: Satu-satunya mapel wajib yang “selamat” dengan rerata 55,38, meskipun angka ini pun belum bisa dikatakan memuaskan untuk bahasa ibu.

Catatan Analisis: Adanya gap yang besar antara Bahasa Inggris Wajib (24,93) dan Bahasa Inggris Lanjut (45,23) menunjukkan bahwa penguasaan bahasa asing hanya kuat pada siswa yang memang mengambil peminatan/jurusan tersebut, bukan pada populasi umum.

2. Dominasi Ilmu Sosial dan Humaniora

Di sisi lain spektrum, mata pelajaran rumpun sosial justru menunjukkan performa yang luar biasa. Siswa Indonesia tampaknya memiliki ketertarikan dan pemahaman yang lebih kuat dalam memahami fenomena manusia dan bumi.

  • Antropologi menduduki peringkat pertama sebagai mata pelajaran dengan nilai rata-rata tertinggi (70,43).
  • Geografi menyusul tipis di posisi kedua dengan rerata 70,36.
  • Bahasa Indonesia Lanjut juga mencatat skor impresif di angka 68,02.

Tingginya nilai pada mata pelajaran Antropologi dan Geografi mungkin mengindikasikan metode pembelajaran yang lebih relevan atau materi yang lebih mudah diserap oleh siswa dibandingkan ilmu eksakta murni.

3. Tantangan Berat di Rumpun Saintek & Ekonomi

Meskipun pemerintah gencar mendorong STEM (Science, Technology, Engineering, Math), hasil TKA menunjukkan jalan yang masih terjal. Nilai rata-rata mata pelajaran sains murni cenderung rendah:

  • Kimia: 34,92
  • Fisika: 37,65
  • Biologi: 54,40 (Paling tinggi di antara sains murni)

Yang mengejutkan adalah Ekonomi, yang terpuruk di angka 31,68. Ini lebih rendah dibandingkan Fisika dan Kimia, padahal Ekonomi sering dianggap sebagai jembatan penting menuju literasi finansial.


Data Lengkap: Peringkat Berdasarkan Nilai Rata-Rata

Untuk memudahkan pemetaan, berikut adalah tabel klasifikasi mata pelajaran berdasarkan performa rata-rata:

Kelompok Performa Tinggi (Rerata > 60)

PeringkatMata PelajaranRerataJumlah Peserta
1Antropologi70,4325.046
2Geografi70,36309.042
3Bahasa Indonesia Lanjut68,02392.303
4Bahasa Arab64,9777.375
5Sejarah62,72398.045
6PPKN60,911.089.508
7Sosiologi60,07698.877

Kelompok Performa Menengah (Rerata 40 – 59)

PeringkatMata PelajaranRerataJumlah Peserta
8Bahasa Mandarin57,6611.142
9Projek Kreatif & Kewirausahaan56,341.283.878
10Bahasa Indonesia Wajib55,383.477.893
11Bahasa Jepang55,2142.374
12Biologi54,40716.882
13Bahasa Inggris Lanjut45,23215.600
14Bahasa Prancis45,051.796

Kelompok Performa Kritis (Rerata < 40)

PeringkatMata PelajaranRerataJumlah Peserta
15Matematika Lanjut39,32401.081
16Fisika37,65295.167
17Bahasa Jerman36,595.937
18Matematika Wajib36,103.489.148
19Kimia34,92362.436
20Ekonomi31,68620.359
21Bahasa Korea28,552.539
22Bahasa Inggris Wajib24,933.509.688

Kesimpulan

Hasil TKA 2025 ini menjadi “pekerjaan rumah” besar bagi para pemangku kebijakan, guru, dan siswa.

Sementara kita patut merayakan keberhasilan dalam literasi budaya dan sosial (Antropologi, Geografi, Sejarah), kelemahan fundamental dalam Bahasa Inggris dan Matematika—dua kompetensi kunci di era global dan digital—tidak bisa diabaikan. Intervensi kurikulum atau metode pengajaran yang mengutamakan drilling mungkin diperlukan untuk mengangkat nilai-nilai di “zona merah” tersebut.


PeringkatMata PelajaranRerata NilaiJumlah PesertaStatus
1Antropologi70,4325.046🟢 Baik
2Geografi70,36309.042🟢 Baik
3Bahasa Indonesia Lanjut68,02392.303🟢 Baik
4Bahasa Arab64,9777.375🟢 Baik
5Sejarah62,72398.045🟢 Baik
6PPKN60,911.089.508🟢 Baik
7Sosiologi60,07698.877🟢 Baik
8Bahasa Mandarin57,6611.142🟡 Cukup
9Projek Kreatif & KWU56,341.283.878🟡 Cukup
10Bahasa Indonesia Wajib55,383.477.893🟡 Cukup
11Bahasa Jepang55,2142.374🟡 Cukup
12Biologi54,40716.882🟡 Cukup
13Bahasa Inggris Lanjut45,23215.600🟡 Cukup
14Bahasa Prancis45,051.796🟡 Cukup
15Matematika Lanjut39,32401.081🔴 Kurang
16Fisika37,65295.167🔴 Kurang
17Bahasa Jerman36,595.937🔴 Kurang
18Matematika Wajib36,103.489.148🔴 Kurang
19Kimia34,92362.436🔴 Kurang
20Ekonomi31,68620.359🔴 Kurang
21Bahasa Korea28,552.539🔴 Kurang
22Bahasa Inggris Wajib24,933.509.688🔴 Kurang

Sumber: https://www.instagram.com/p/DSkOHAwkivM/

Share Artikel ini !!!